Sering Konsumsi Daging Olahan? Ini Fakta Ilmiah Risiko Kanker
BORNEOBARU.ID – Makanan olahan seperti nugget ayam, sosis sapi/pork, dan berbagai produk daging olahan lainnya telah menjadi makanan modern. Namun, para peneliti dan lembaga kesehatan internasional memperingatkan bahwa jenis makanan ini tidak sekadar memberikan rasa dan kenyamanan. Jenis makanan ini juga berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara rutin.
Menurut lembaga kesehatan seperti American Cancer Society, daging olahan diklasifikasikan sebagai karsinogen atau zat penyebab kanker bagi manusia. Mereka menyebutkan bahwa konsumsi makanan ini terkait peningkatan risiko kanker usus besar (kolorektal).
Baca juga: Harga dari Sebuah Pertumbuhan Adalah Kesepian
Selain itu, makanan ini dapat menimbulkan jenis kanker lainnya seperti payudara, pankreas, dan lambung.
Dampak risiko ini disebutkan lebih jelas dalam data global. Setiap kenaikan 50 g daging olahan yang dikonsumsi per hari (sekitar setengah porsi sosis atau beberapa nugget) dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal sekitar 18%.
Risiko ini tidak hanya bergantung pada jumlah tetapi juga frekuensi konsumsi dalam jangka panjang.
Para ilmuwan menjelaskan beberapa mekanisme penyebabnya. Bahan pengawet seperti nitrat dan nitrit yang umum digunakan dalam produk olahan dapat berubah menjadi senyawa nitroso-kimia setelah masuk dalam tubuh.
Senyawa tersebut dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel kanker. Proses pengasapan atau pengawetan juga dapat menghasilkan zat karsinogen lain yang berbahaya.
Baca Juga: Indonesia, Juara Dunia dalam Cinta Tidur
Selain itu, pola diet tinggi makanan ultra-olahan dan makanan siap saji lainnya, diperkirakan memiliki risiko tumbuhnya kanker. Laporan ilmiah terbaru menyebut pola makan seperti ini berhubungan dengan peningkatan risiko berbagai kanker dan penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung.
Meskipun konsumsi nugget dan sosis sesekali tidak serta merta menyebabkan kanker secara langsung, bukti ilmiah menunjukkan adanya risiko jika dikonsumsi berlebihan. Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa diet tinggi makanan olahan dapat meningkatkan risiko kanker, khususnya kanker kolorektal.
Risiko tersebut cenderung meningkat apabila makanan olahan dikonsumsi dalam jumlah banyak dan secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Karena itu, para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi daging olahan. Sebagai alternatif, disarankan memilih sumber protein yang lebih sehat seperti ikan, kacang-kacangan, atau ayam segar tanpa proses pengawet berlebihan.


