NewsOpiniTerbaru

Rebung Diakui Ilmuwan Inggris sebagai Pangan Sehat

BORNEOBARU.ID – Peneliti dari Anglia Ruskin University (ARU) di Inggris baru-baru ini merilis sebuah ulasan ilmiah yang meninjau berbagai penelitian tentang konsumsi rebung atau tunas bambu. Ia menemukan bahwa rebung memiliki banyak manfaat kesehatan.

Ini merupakan ulasan akademik pertama yang mengumpulkan hasil studi dari uji manusia dan uji laboratorium untuk memahami efek rebung pada kesehatan manusia.

Baca Juga: 7 Fakta yang Dipercaya Banyak Orang, Padahal Hanya Mitos

Dari sisi gizi, rebung menunjukkan profil nutrisi yang kuat. Tunas bambu kaya akan protein, memiliki serat pangan dalam jumlah sedang, rendah lemak, serta mengandung asam amino esensial.

Selain itu, bambu muda juga memiliki mineral seperti selenium dan kalium, serta vitamin seperti A, B6 dan E. Kombinasi nutrisi ini membuat tunas bambu padat manfaat namun tetap rendah kalori.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi bambu muda berkaitan dengan peningkatan kontrol gula darah dan profil lipid darah yang lebih baik.

Temuan ini penting karena gula darah dan lemak darah yang sehat bisa membantu menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Tunas bambu juga mengandung berbagai jenis serat, termasuk selulosa, hemiselulosa, dan lignin, yang telah terbukti membantu fungsi pencernaan.

Di Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Barat, bambu muda bukanlah makanan baru. Sejak lama, bambu muda telah dikonsumsi oleh berbagai komunitas lokal.

Rebung diolah menjadi sayur, tumisan, atau campuran lauk tradisional. Masyarakat Dayak dan Melayu Kalimantan Barat mengenal tunas bambu ini sebagai bahan pangan sehari-hari. Pengolahannya biasanya melalui perebusan terlebih dahulu.

Cara ini dilakukan untuk menghilangkan rasa pahit dan zat berbahaya. Pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Budaya Instan dan Matinya Proses Berpikir

Rebung juga sering disajikan pada acara adat dan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kearifan lokal telah lebih dulu memahami keamanan dan manfaat bambu muda ini.

Namun, peneliti juga menegaskan pentingnya pengolahan yang benar. Rebung mentah mengandung cyanogenic glycosides yang dapat melepaskan racun sianida jika tidak dimasak dengan benar.

Para ilmuwan dari Anglia Ruskin University menyatakan bahwa rebung memiliki potensi besar sebagai makanan sehat dan berkelanjutan serta kandidat superfood global.

Temuan ilmiah tersebut memperkuat praktik pangan tradisional tersebut. Dengan demikian, rebung bukan hanya bagian dari budaya kuliner lokal. Rebung juga terbukti memiliki nilai gizi dan kesehatan yang diakui secara ilmiah.

Bagikan ke sosial media