ISKA Sintang Gelar Muscab V: Momentum Pembaruan dan Pelayanan Sosial
BORNEOBARU.ID – Pada hari Kamis, 20 November 2025, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Cabang Sintang mengadakan musyawarah. Musyawarah ISKA Cabang Sintang yang ke lima ini diselenggarakan di Pendopo Wakil Bupati Sintang untuk memilih para pengurus yang baru.
Baca Juga: RKUHAP 2025 Jadi UU: Mengapa Warga Perlu Waspada?
Musyawarah ini juga dihadiri oleh Pak Nikodemus S. Sos., M. AP selaku ketua panitia dan Pak Yustinus J. S.Pd., M.AP. selaku ketua DPC ISKA Cabang Sintang. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh Pak Herkulanus Bala selaku Bupati Sintang dan sekaligus membuka Musyawarah Cabang V. Tak hanya itu, hadir pula Drs. Agustinus Clarus sebagai ketua DPD ISKA Kalimantan Barat.
Dalam laporannya, Pak Nikodemus menyampaikan bahwa ia sangat berterima kasih kepada para pengurus dan panitia atas perjuangannya mempersiapkan acara ini.
Pak Yustinus dalam sambutannya menyampaikan bahwa ISKA adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat sosial dan bertujuan untuk pelayanan.
“Bukan untuk menonjolkan diri, bukan untuk menampilkan diri, bagaimana untuk pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa musyawarah ke lima ini adalah sebuah kesempatan untuk mengevaluasi perjalan selama satu periode. Yustinus menegaskan bahwa dalam merumuskan program tidak perlu banyak.
“Cukup dengan satu atau dua program tapi bisa mengimplementasikan, mengaktualisasikan, dan melaksanakannya kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Agustinus Clarus sebagai ketua DPD ISKA Kalimantan Barat menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi adalah jalan untuk semakin baik lagi.
Ia juga mengajak para intelektual Katolik untuk melihat tanda-tanda zaman. “Sekarang sudah terbentuk tanda zaman yaitu Artificial Integence. Kita hidup dimana fungsi-fungsi sosial kita telah diganti oleh kecerdasan buatan,” terangnya.
Agustinus melanjutkan bahwa kita perlu mendekati AI society agar tidak meninggalkan spiritualitas asli. “AI society ini kalo tidak kita dekati maka akan memengaruhi spiritualitas kita. Hal ini akan menimbulkan kedangkalan iman, tuhan baru, kepercayaan baru, dan tingkah laku yang bias,” ujarnya.
Baca Juga: Cinta Bisa Menunggu, Ekonomi Tidak: Alasan Anak Muda Menunda Pernikahan
Kemudian, Pak Bala selaku Bupati Sintang menegaskan bahwa dalam pemilihan pengurus baru mereka sendiri yang lebih tahu calon pengurus selanjutnya.
“Kalianlah yang lebih tahu ada anggota yang lebih pas ditukar untuk menjadi pemimpin. Karena ini penting, kalian juga yang akan berkembang dan diselamatkan. Kalau salah, kalian juga yang akan kena akibatnya,” tegasnya.
Ia berharap bahwa pemilihan ini sungguh bersumber dari hati dan tentunya selektif dalam menentukan arah selanjutnya.
Dalam penutupnya, Pak Bala mengingatkan bahwa yang terpenting adalah komunikasi. “Kapal itu tumpuannya pada cara berkomunikasi. Kalau gagal menjalin komunikasi dengan anggota dan pengurus, keluarnya lebih lagi,” tutupnya.


