Harga BBM Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
BORNEOBARU.ID – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tercatat paling stabil di kawasan ASEAN di tengah gejolak global. Di sejumlah negara Asia Tenggara, harga BBM mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini terjadi saat konflik yang melibatkan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia. Dampaknya terasa luas, terutama karena jalur penting seperti Selat Hormuz sempat terganggu.
Baca Juga: Indonesia Siaga Cuaca Ekstrem, April 2026 Diprediksi Lebih Panas
Situasi ini membuat banyak negara mengalami kenaikan harga energi secara signifikan. Negara seperti Vietnam, Thailand, hingga Singapura mencatat lonjakan harga yang berdampak ke sektor transportasi dan industri.
Bahkan di beberapa negara, kenaikan terjadi berulang dalam waktu singkat. Sementara itu, Indonesia justru mampu menjaga harga tetap relatif stabil.
Data terbaru menunjukkan harga BBM di Indonesia masih berada di kisaran yang terkendali. Misalnya, Pertamax (RON 92) berada di sekitar Rp12.300 per liter, sedangkan Pertalite tetap di Rp10.000 per liter.
Harga ini tidak mengalami perubahan signifikan sejak awal Maret 2026. Stabilitas ini menjadi pembeda utama dibanding negara lain di ASEAN.
Sebagai perbandingan, harga BBM di Singapura bisa mencapai lebih dari Rp45.000 per liter. Di Vietnam dan Thailand, harga juga sudah berada di atas Rp20.000 per liter.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Anjlok Rp80 Ribu per Gram
Perbedaan ini dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing negara, terutama soal subsidi dan pajak energi. Indonesia masih mengandalkan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Secara analisis, stabilnya harga BBM di Indonesia tidak lepas dari kebijakan pemerintah. Subsidi energi menjadi bantalan utama agar harga tidak langsung mengikuti lonjakan minyak dunia.
Selain itu, pemerintah juga melakukan penyesuaian terbatas pada BBM nonsubsidi agar tetap mengikuti mekanisme pasar. Langkah ini menjaga keseimbangan antara ekonomi nasional dan kondisi global.
Meski begitu, tekanan ke depan tetap perlu diwaspadai. Harga minyak dunia yang sudah menembus di atas 100 dolar AS per barel berpotensi membebani anggaran negara. Jika konflik global berlanjut, risiko kenaikan harga tetap ada. Namun untuk saat ini, Indonesia masih berada dalam posisi relatif aman dan stabil dibanding negara ASEAN lainnya.


