Di Tahun 2025 BNN Sintang Fokus Cegah Narkoba Sejak Dini
BORNEOBARU.ID – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sintang (BNN) merilis laporan akhir tahun mereka di bulan Desember ini. BNN Sintang di tahun ini berfokus pada upaya preventif untuk menyadarkan masyarakat akan penyalahgunaan narkotika di wilayah Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.
Sepanjang tahun 2025 BNN Sintang telah melaksanakan berbagai kegiatan. Tecatat bahwa ada 80 kegiatan yang dihadiri sebanyak 19.489 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penyadaran bagi masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat terlarang.
Baca Juga: Membedah Hastrat Di Balik Banjir
Albert Manurung, Kepala BNN Sintang menegaskan bahwa konsen mereka bukan pada penegakan hukum namun pada rehabilitasi, terutama pada anak-anak. Karena P4GN adalah pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Kita konsen di anak-anak. Jadi, sedini mungkin sudah kita berikan bahaya narkoba untuk anak-anak, baik itu di tingkat SMP dan juga SMA,” ujarnya.
Albert juga mengungkapkan bahwa sudah berkoordinasi juga dengan Dinas Pendidikan terkait proyek perubahan. Proyek ini dilaksanakan untuk terus mendukung lingkungan sekolah yang bersih dan sehat sehingga sedini mungkin mereka tahu bahaya narkotika.
“Ini (proyek perubahan) didukung oleh Bapak Bupati (Herkulanus Bala), Bapak Dandim, tokoh agama, stakeholder, dan masyarakat lainnya. Kita membuat kesepakatan bersama di Dinas Pendidikan. Sekarang konsep BNN di bantu stakeholder lainnya ialah pencegahan dan deteksi dini di sekolah-sekolah” paparnya.
Kepala BNN Sintang mengungkapkan bahwa proyek yang dijalankan oleh BNN Sintang bervariasi dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. BNN melaksanakan progam seperti peran teman sebaya, intervensi masyarakat, dan berbagai proyek lainnya.
BNN memiliki program Duta Anti Narkoba di beberapa sekolah di kabupaten Sintang. Ini adalah bentuk komitmen mereka dalam mencegah penyalahgunaan obat terlarang sejak dini melalui teman sebaya.
Baca Juga: ESDM Berlakukan Denda Tinggi Tambang di Kawasan Hutan
Selain itu, di tahun 2025 ini BNN Sintang bekerjasama dengan Kelurahan Menyumbung Tengah sebagai Kelurahan/Desa Bersinar.
“Setelah ini (Desa Bersinar) progam kami tidak hanya sampai di situ saja. Program ini akan terus berlanjut bukan seremonial saja,” tegas Albert.
Di lain sisi, BNN Kabupaten Sintang memiliki beberapa tantangan nyata di lapangan. Albert mengungkapkan bahwa personel anggota sekarang berjumlah 22 orang dan mereka sangat kewalahan.
“Dengan jumlah personel sekarang membuat kewalahan karena membawahi tiga kabupaten (Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu). Tapi karena tugas dan semangat, kami laksanakan semampu kami,” ungkapnya.
Ia melanjutkan bahwa meski personel masih sedikit mereka tidak merasa sendiri karena telah bekerja sama dengan berbagai stakeholder. Selain itu, Albert berharap di tahun 2026 personel mereka dapat bertambah.
BNN Sintang telah bekerja dengan sangat baik. Berdasarkan laporan, mereka telah menunjukkan komitmen dan peningkatan dalam menyadarkan masyarakat. Hal ini terbukti dengan data yang mereka paparkan, mulai dari progam yang terlaksana sampai pada duta anti narkoba di sekolah-sekolah.


