NewsTerbaru

Banjir Melanda Kalimantan Barat, Ribuan Warga Terdampak di Enam Kabupaten

BORNEOBARU.ID – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sejak awal Januari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur sebagian besar daerah menjadi penyebab utama meningkatnya debit air di sungai dan saluran drainase. Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir melanda banyak wilayah.

Baca Juga: UMP 2026 Naik, Berapa Upah Minimum Pekerja di Kalimantan?

Fenomena banjir rob di daerah pesisir juga memperburuk kondisi di sejumlah kabupaten, merendam permukiman dan memengaruhi kehidupan warga. Menurut data yang dihimpun dari BPBD Kalbar dan laporan media lokal, bencana ini telah berdampak pada ribuan jiwa di berbagai daerah sepanjang awal Januari 2026.

Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kabupaten Melawi. Hujan lebat sejak 8 Januari 2026 memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Terdapat 14 desa dari 4 kecamatan terdampak di kabupaten ini. Dampak bencana ini di Melawi menyebabkan sekitar 1.027 Kepala Keluarga (KK) terdampak dengan lahan dan akses jalan yang rusak.

Bencana juga dirasakan di Kabupaten Sekadau sejak 7 Januari 2026 akibat luapan air sungai yang tak terkendali. BPBD Sekadau menyebutkan jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 4.205 jiwa, dengan 804 rumah warga terendam air di berbagai titik lokasi. Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, menyatakan bahwa tim tanggap bencana masih terus memantau perkembangan kondisi banjir di lapangan.

Di bagian utara Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas juga terdampak banjir sejak awal Januari yaitu Desa Tempapan Hulu dan Sajingan. Banjir di Sambas diakibatkan hujan lebat serta kenaikan permukaan air di sungai-sungai kecil di wilayah pesisir. Ribuan warga di kedua desa tersebut terdampak dengan rumah dan fasilitas umum yang terendam.

Baca Juga: Riset Ungkap Puluhan Ribu Sarjana Menganggur

Laporan terbaru juga menyebutkan banjir melanda wilayah Kabupaten Sanggau, khususnya di daerah perbatasan. Genangan akibat luapan Sungai Sekayam menenggelamkan permukiman. Oleh sebab itu, aparat mendirikan posko darurat untuk membantu evakuasi dan dukungan logistik warga.

Selain itu, Kecamatan Sepauk (Sintang), air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 06.00 WIB dan berangsur surut pada pukul 09.00 WIB. Akibat curah hujan yang tinggi di hulu serta luapan sungai, yang membuat air menggenangi permukiman warga dan merusak infrastruktur lokal.

BPBD setempat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan penanganan bencana. Mereka bergerak bersama untuk evakuasi, pendataan kebutuhan logistik, serta pemasangan tanda peringatan dini di kawasan rawan banjir. Pemerintah daerah juga mendorong status siaga bencana banjir dan tanah longsor untuk meningkatkan respons terhadap kemungkinan banjir lanjutan.

Peristiwa banjir awal tahun 2026 di Kalimantan Barat merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak luas di banyak kabupaten dengan ribuan jiwa terdampak. Kabupaten seperti Melawi, Sekadau, Sambas, Sanggau, Sintang, dan Landak menjadi wilayah dengan laporan dampak signifikan hingga saat ini.

Kondisi cuaca masih tidak menentu, sehingga kesiapsiagaan dan respons cepat dari pemerintah serta masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan dampak lanjutan.

Bagikan ke sosial media