Indonesia Siaga Cuaca Ekstrem, April 2026 Diprediksi Lebih Panas
BORNEOBARU.ID – Indonesia diperkirakan akan menghadapi kondisi cuaca ekstrem mulai April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian wilayah sudah mulai masuk musim kemarau lebih awal. Pergeseran ini terjadi setelah berakhirnya fenomena La Niña pada Februari 2026. Kondisi ini membuat pola cuaca menjadi lebih kering dari biasanya.
Pada April 2026, sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai mengalami awal musim kemarau. Wilayah yang terdampak antara lain Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Anjlok Rp80 Ribu per Gram
Cuaca panas diperkirakan meningkat secara bertahap. Bahkan suhu di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berpotensi berada di atas normal hingga 100 persen.
Fenomena yang sering disebut “Godzilla El Nino” mulai ramai dibicarakan karena potensi dampaknya yang besar.
Meski secara ilmiah El Nino kuat diprediksi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026, efek awalnya sudah terasa sejak musim kemarau datang lebih cepat. Kondisi ini bisa memperparah kekeringan dan meningkatkan suhu udara.
Sejumlah peneliti bahkan memperingatkan bahwa suhu bisa naik hingga 1,5–2 derajat Celsius. Dampaknya tidak hanya terasa pada cuaca panas, tetapi juga pada ketersediaan air dan sektor pertanian. Risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.
Baca Juga: Gempa Dangkal Magnitudo 5 Guncang Kayan Hilir, Sintang
BMKG juga memprediksi musim kemarau 2026 akan lebih panjang dan lebih kering dari biasanya. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal.
Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus, namun dampaknya sudah mulai terasa sejak April.
Melihat kondisi ini, masyarakat diminta untuk mulai bersiap sejak dini. Penghematan air, antisipasi kebakaran, dan kesiapan sektor pangan menjadi langkah penting. Pemerintah juga diharapkan meningkatkan mitigasi bencana iklim.
Dengan kesiapan yang baik, dampak cuaca ekstrem diharapkan bisa ditekan meski ancaman El Nino terus menguat.


