NewsTerbaru

Gempa Dangkal Magnitudo 5 Guncang Kayan Hilir, Sintang

BORNEOBARU.ID – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kecamatan Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, pada Jumat, 13 Maret 2026 dini hari. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 03.04 WIB saat sebagian masyarakat masih beristirahat.

Peristiwa ini cukup mengejutkan warga karena getaran terasa jelas di sejumlah daerah sekitar Sintang. Meskipun tidak berlangsung lama, guncangan tersebut sempat membuat sebagian warga keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan mereka.

Baca Juga: Pemerintah Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

Hasil analisis BMKG menunjukkan goncangan tersebut memiliki kekuatan sekitar magnitudo 5,0 hingga 5,3 setelah dilakukan pembaruan data. Episenter gempa berada pada koordinat sekitar 0,04° Lintang Selatan dan 111,91° Bujur Timur, tepatnya di daratan wilayah Kayan Hilir.

Kedalamannya sendiri tercatat sekitar 10 km sehingga dikategorikan sebagai gempa dangkal yang cenderung lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa dalam.

Menurut penjelasan BMKG, goncangan tersebut dipicu oleh aktivitas struktur geologi yang dikenal sebagai Sesar Adang. Pergerakan patahan ini menghasilkan mekanisme geser atau strike-slip, yaitu pergeseran lempeng secara horizontal di sepanjang jalur patahan.

Jenis gempa seperti ini umum terjadi di wilayah yang memiliki struktur patahan aktif. Analisis mekanisme sumber gempa juga menunjukkan bahwa energi dilepaskan akibat tekanan tektonik yang terakumulasi dalam batuan di sepanjang sesar tersebut.

Getarannya sendiri tidak hanya dirasakan di wilayah Sintang, tetapi juga terasa di beberapa daerah lain di Kalimantan Barat.

BMKG mencatat intensitas getaran mencapai skala III MMI di wilayah Sintang dan Sanggau, yang berarti getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah, mirip dengan sensasi saat truk besar melintas.

Selain itu, getaran dengan intensitas lebih lemah juga dilaporkan dirasakan oleh warga di wilayah Melawi dan Kapuas Hulu.

Baca Juga: Data Terbaru: 1 dari 5 Orang Indonesia Mengalami Kesepian

Meski sempat menimbulkan kepanikan warga, hingga beberapa jam setelah kejadian belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Beberapa warga melaporkan bahwa getaran berlangsung sekitar lima hingga sepuluh detik sebelum akhirnya mereda.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun magnitudonya cukup terasa, dampaknya masih relatif terbatas. BMKG juga memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusatnya berada di daratan.

Peristiwa gempa di Kayan Hilir ini kembali mengingatkan bahwa wilayah Kalimantan, yang selama ini dianggap relatif stabil secara tektonik, tetap memiliki potensi aktivitas gempa akibat keberadaan patahan lokal.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pemerintah daerah bersama BMKG juga terus melakukan pemantauan aktivitas seismik untuk memastikan kondisi tetap aman serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Bagikan ke sosial media