NewsTerbaru

Menkes Imbau Masyarakat Waspada Ancaman Virus Nipah

BORNEOBARU.ID – Virus Nipah belakangan menjadi perhatian global setelah beberapa kasus muncul di negara lain. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran virus Nipah.

Pernyataan ini disampaikan dalam sejumlah kesempatan publik sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap penyakit menular baru.

Baca Juga: Rebung Diakui Ilmuwan Inggris sebagai Pangan Sehat

Virus ini merupakan penyakit zoonosis yang biasanya berpindah dari hewan ke manusia, khususnya dari kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Selain itu, virus ini juga dapat menular melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti buah yang telah dicemari air liur kelelawar.

Dalam pernyataannya, Menkes Budi menekankan pentingnya kewaspadaan bagi mereka yang sedang bepergian ke luar negeri.

Ia mengimbau supaya masyarakat menghindari konsumsi buah yang telah terbuka atau tampak rusak. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari konsumsi daging babi di wilayah berisiko, langkah yang dianggap efektif untuk mencegah paparan awal terhadap virus ini.

Tak hanya itu, Budi juga mengingatkan bahwa gejala awal Nipah bisa mirip dengan penyakit virus umum lainnya seperti demam, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan. Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika merasa tidak sehat setelah melakukan kontak berisiko.

Baca Juga: 7 Fakta yang Dipercaya Banyak Orang, Padahal Hanya Mitos

Pentingnya deteksi dini pun disoroti oleh berbagai pihak kesehatan di Indonesia. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan nasional. Pemantauan di fasilitas layanan kesehatan dan pintu masuk negara juga diperketat, meski hingga kini belum ditemukan kasus Nipah di Indonesia.

Walau belum ada vaksin maupun obat khusus yang disetujui untuk virus Nipah, para ahli menegaskan bahwa pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat adalah strategi terbaik untuk menekan risiko infeksi.

Pemerintah berharap bahwa dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat bermain peran aktif dalam mencegah penyebaran penyakit ini sejak dini.

Bagikan ke sosial media