7 Fakta yang Dipercaya Banyak Orang, Padahal Hanya Mitos
BORNEOBARU.ID – Dalam kehidupan sehari-hari, banyak informasi yang diwariskan secara turun-temurun dan diterima begitu saja sebagai fakta. Karena sering diulang dan dianggap masuk akal, informasi tersebut jarang dipertanyakan. Padahal, tidak sedikit “fakta” populer yang ternyata hanyalah mitos. Berikut tujuh di antaranya yang masih dipercaya luas oleh masyarakat.
Baca Juga: Sintang Punya Jumlah Desa/Kelurahan Terbanyak di Kalbar
Pertama, manusia hanya menggunakan 10 persen otaknya
Mitos ini kerap muncul dalam buku motivasi dan film populer. Faktanya, penelitian neurologi membuktikan bahwa hampir seluruh bagian otak memiliki fungsi dan aktif pada waktu tertentu. Teknologi pencitraan otak modern menunjukkan tidak ada area otak yang sepenuhnya tidak digunakan.
Kedua, minum air dingin menyebabkan flu
Banyak orang mengaitkan flu dengan kebiasaan minum air dingin. Padahal, flu disebabkan oleh virus, bukan oleh suhu minuman. Air dingin mungkin membuat tenggorokan terasa tidak nyaman, tetapi tidak menjadi penyebab utama flu.
Ketiga, gula membuat anak menjadi hiperaktif
Anggapan ini sangat populer di kalangan orang tua. Namun, sejumlah studi ilmiah tidak menemukan hubungan langsung antara konsumsi gula dan perilaku hiperaktif pada anak. Perubahan perilaku lebih sering dipengaruhi oleh suasana lingkungan atau ekspektasi orang dewasa.
Keempat, membaca dalam cahaya redup merusak mata secara permanen
Membaca dengan pencahayaan kurang memang bisa menyebabkan mata cepat lelah dan tidak nyaman. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan ini menyebabkan kerusakan mata permanen. Istirahat mata dan pencahayaan yang baik tetap dianjurkan demi kesehatan visual.
Baca Juga: Mengapa Lahan Gambut Mudah Terbakar
Kelima, bau keringat berasal dari racun yang keluar dari tubuh
Keringat sering dianggap sebagai cara tubuh membuang racun. Faktanya, fungsi utama keringat adalah mengatur suhu tubuh. Bau keringat muncul karena bakteri di kulit memecah zat dalam keringat, bukan karena racun yang dikeluarkan tubuh.
Keenam, rambut yang sering dipotong akan tumbuh lebih cepat dan lebih tebal
Memotong rambut tidak memengaruhi akar rambut yang berada di bawah kulit. Rambut terlihat lebih tebal setelah dipotong karena ujungnya rata, bukan karena pertumbuhannya berubah. Faktor genetik dan hormon jauh lebih menentukan pertumbuhan rambut.
Ketujuh, petir tidak akan menyambar tempat yang sama dua kali
Ungkapan ini sering dijadikan metafora keberuntungan. Namun, secara ilmiah, petir justru bisa menyambar tempat yang sama berulang kali, terutama pada bangunan tinggi seperti gedung pencakar langit dan menara pemancar.
Mitos-mitos tersebut menunjukkan bahwa popularitas sebuah informasi tidak selalu sejalan dengan kebenaran ilmiah. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan berpikir kritis dan kebiasaan memeriksa sumber menjadi kunci agar masyarakat tidak terus menerus terjebak pada kesalahpahaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.


