NewsTerbaru

Berdasarkan Data BPS, Biaya Hidup Kalimantan Melonjak

BORNEOBARU.ID – Biaya hidup di sejumlah ibu kota provinsi dan kota utama di Kalimantan terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. Kenaikan biaya hidup ini ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi tahunan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi. Lonjakan harga ini terutama dirasakan pada komoditas pokok, layanan, dan kebutuhan rumah tangga warga.

Data resmi BPS Kalimantan Barat mencatat inflasi year-on-year (y-o-y) sebesar 2,07 persen pada Oktober 2025 dengan IHK mencapai 108,24. Dari beberapa wilayah di provinsi ini, Pontianak mencatat inflasi lebih moderat sekitar 1,58 persen dibanding daerah lainnya seperti Ketapang yang mencatat lebih tinggi. Tren ini mencerminkan tekanan harga yang lebih luas di sejumlah komoditas pokok. Bidang yang terdampak inflasi ini ialah perawatan pribadi dan jasa lainnya, pendidikan, rekreasi, budaya, dan kebutuhan pokok.

Baca Juga: Rahasia di Balik 91% Persahabatan yang Kandas Tanpa Disadari

Sementara itu, Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan kenaikan biaya hidup yang lebih tinggi lagi. Berdasarkan data BPS, IHK di Kalsel mencapai 109,42 pada Oktober 2025, dengan inflasi y-o-y sebesar 3,11 persen. Kenaikan ini mencakup hampir semua kelompok pengeluaran, termasuk makanan, minuman, pendidikan, dan jasa rumah tangga.

Di Kalimantan Tengah, indikator harga konsumen juga meningkat signifikan. BPS mencatat inflasi y-o-y sebesar 2,73 persen pada Oktober 2025 dengan IHK mencapai 108,64. Kota Palangka Raya, sebagai ibu kota provinsi, turut mencerminkan tekanan harga yang meningkat pada kebutuhan dasar masyarakat.

Provinsi Kalimantan Timur juga mencatat kenaikan biaya hidup selama 2025. Pada Agustus 2025, inflasi mencapai 1,79 persen dengan IHK 108,54. Dalam laporan resmi, kelompok makanan, pendidikan, dan layanan jasa menjadi faktor pendorong utama kenaikan harga di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

Baca Juga: Rencana Pembangunan PLTN di Kalbar: Target Operasional 2032

Berbeda dengan provinsi lain, Kalimantan Utara menunjukkan inflasi yang lebih rendah. Pada Mei 2025, BPS Kaltara mencatat inflasi y-o-y sebesar 1,24 persen dengan IHK sekitar 106,90. Di kota Tanjung Selor, angka ini bahkan tergolong sangat rendah.

Selain data resmi BPS, laporan lokal dari kota Sampit (Kalimantan Tengah) juga menunjukkan kenaikan signifikan biaya hidup tahun ini. Menurut BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, inflasi tahunan di Sampit mencapai 2,54 persen per November 2025, yang mencerminkan tekanan harga pada banyak kelompok kebutuhan keluarga, terutama layanan dan makanan.

Bagikan ke sosial media