Cincin Tunang, Sebuah Janji Yang Tak Pernah Selesai, Tersisa Menjadi Luka Di Hati
BORNEOBARU.ID – Penyanyi muda asal Sintang, Vitri Aswan, resmi merilis single terbarunya berjudul “Cincin Tunang”, sebuah lagu berbahasa Dayak Desa dengan genre dangdut yang penuh rasa pilu dan penyesalan. Lagu “Cincin Tunang” sudah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, TikTok, Meta, YouTube Music, SoundCloud, dan lainnya.
“Cincin Tunang” bercerita tentang seorang perempuan yang memegang janji cintanya yang dahulu diikat dengan cincin. Cincin sering dikaitkan sebagai lambang kesetiaan dan kesungguhan namun akhirnya ditinggalkan tanpa alasan dan tanpa kejelasan. Lagu ini menggambarkan bagaimana harapan yang indah bisa berubah menjadi luka yang diam-diam terus hidup di dalam hati.
Baca Juga: Indonesia Kehilangan Hutan Tropis, Kalbar Sumbang Deforestasi Terbesar
“Lewat lagu ini saya ingin menyampaikan rasa kecewa dan kehilangan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang. Janji yang dulu manis, berubah jadi kenangan pahit. Tapi dari situ juga kita belajar untuk ikhlas,” tutur Vitri lirih.
Lagu ini diciptakan oleh Tuah Amau (Yeremias Siprus) di Studio T.A Project, terinspirasi dari kisah nyata yang sangat dekat dengan keluarga beliau. Lagu ini sempat tertunda beberapa tahun sebelum akhirnya diselesaikan dan dipercayakan kepada Vitri untuk dibawakan.
“Saya bersyukur dipercaya untuk menyanyikan lagu ini. Awalnya saya sempat ragu, karena lirik dan rasanya dalam sekali. Tapi saya berusaha sekuat mungkin agar pesan lagu ini bisa tersampaikan apa adanya, dari hati ke hati,” ucap Vitri.
Musik “Cincin Tunang” mengusung gaya D’Academy dan diwujudkan bersama Gion sebagai pembuat aransemen dan keyboardis, Marcel Tinaw dan Ambro sebagai Gitaris, Kordi sebagai Pengisi Bass. Proses mixing dan mastering lagu ini digarap di Studio T.A Project oleh Marcel Tinaw sebagai
Baca Juga: Pengangguran di Kalbar Tembus 148 Ribu
Engineer, menjadikannya lagu Dayak dengan aransemen megah dan penuh dinamika. Perpaduan orkestra pop dan dangdut klasik yang jarang digunakan dalam lagu berbahasa daerah. Official Lyric Video lagu ini sudah tayang di YouTube Channel T.A Project. Sementara itu, video klip resmi (Music Video) dijadwalkan rilis pada pertengahan hingga akhir November 2025.
Tentang Vitri Aswan
Pemilik nama asli Margaretha Vitri, lahir di Batu Kekap, 24 Maret 1999, mulai menapaki karier music sejak tahun 2023 di berbagai acara gawai dan panggung daerah. Setahun kemudian, ia mulai menulis lagu sendiri & mewujudkan impian masa kecilnya untuk berkarya di dunia musik. Hingga kini, Vitri telah merilis tiga lagu: “Pantun Gawai,” “Amak Gawai,” dan “Cincin Tunang.” Nama panggung “Vitri Aswan” ia ambil dari nama ibunya, sebagai bentuk cinta dan penghormatan terhadap darah Dayak-Tionghoa yang mengalir dalam dirinya.


